Entahlah...
Apa yang sedang aku pikirkan saat ini, aku sama sekali tidak bisa mengerti.
Terkadang aku merasa ada seseorang yang jauh disana sedang mimikirkanku. Tapi di waktu yang sama aku juga merasa seseorang yang jauh disana sudah melupakanku seutuhnya. Siapa yang tau kebenarannya..? Tidak ada hahaha.
Okay, ini sebenarnya bukan masalah dia ingat atau tidak dengan aku disini. Ini masalah apa yang telah begitu banyak dia ajarkan kepadaku.
Aku akan memaparkan satu per satu dalam tulisan ini, agar siapapun yang akan membaca tulisan ini mengerti betapa aku berterimakasih dengannya.
Pertama..
Aku bukanlah orang yang yah bisa dibilang memang tidak bisa menunggu dan tidak bisa sabar. Tapi dia dengan mudahnya mengajari aku bagaimana menunggu sebnarnya. Ada rasa sedih, kecewa, kehilangan, ada juga pengharapan , rasa senang (yah ini satu rasa yang aneh sebenarnya karena jarang orang yang sedang menunggu sesuatu merasakan senang jika yang ditunggu tidak kunjung datang atau ada).
Kedua...
Dia mengajari aku arti sayang yang sebenarnya..
Walaupun bisa dibilang, dia bukanlah orang yang mampu memberikan kasih sayangnya kepadaku, tapi entah kenapa dia bisa membuatku tetap menjaga rasa sayang ini untuknya. Dan setelah 1 tahun berlalu aku sadar, pelajaran baru sudah kudapat. Ini "sayang" itu sebenarnya. Bagaimanapun dia memperlakukanmu, kamu masih peduli dengannya.
Ketiga..
Aku mengetahui apa arti, teman, sahabat, teman "dekat", sekaligus pacar, dan orang yang diabaikan.
Teman.. Dia mengajariku apa arti teman,
Sahabat.. Dia memperlihatkanku, wlopun rasa ini berbeda jauh dengan rasa yang dirasakan seorang sahabat. Tapi dia berhasil menjalin hubungan ini dengan sebuah kata persahatan.
Teman "dekat" .. Ini sebenarnya susah dideskripsikan tapi aku merasa ada hal yang selalu menggelitiki perut setiap namanya muncul di layar ponselku.
Pacar.. Secara tidak langsung, dia membuat aku merasa dibutuhkan, didengarkan, disayangi, dicintai, dipedulikan..
Orang yang di abaikan.. Dia juga mengajari aku bagaimana menjadi orang yang sebenarnya selalu ada , menjadi seseorang yang hanya sebagai bayangan.
Keempat..
Dia mengajari satu hal yang aku aku sangat berterima kasih akan hal ini.
Dia telah membuat aku bisa merusak hubungan tanganku dengan otak dan perasaan ku. Apa yang aku rasakan dan pikirkan bisa sangat berbeda dengan apa yang aku tulis di chat atau pesan singkat yg aku kirimkan untuknya. Aku bisa bersikap manis dan terlihat tanpa masalah , wlopun aku sudah bagaikan tumpahan air dimeja yang satu gosokan saja akan kering dan hilang tanpa bekas.
Semua hal tersebut menjadi pelajaran yang berarti untukku. Dan mungkin terdengar seperti mengada - ngada. Wlaupun rasa ini sudah banyak sekali berkurang, tapi aku tidak akan lupankebaikannya.
Seandainya dia bisa membaca tulisan ini.. Saya hanya ingin bilang..
THANKS FOR EVERYTHING. KAMU BENAR BENAR MEMBUAT AKU BELAJAR BANYAK. AKU TIDAK YAKIN BISA MEMBALAS KEBAIKANMU. DAN TIDAK SEDIKITPUN DI BENAK KU. AKU MENYIMPAN DENDAM, MENYIMPAN KEKESALAN, KEKECEWAAN.
TIDAK AKAN PERNAH. KARENA KAMULAH GURU YANG TANPA SADAR MENUNJUKKAN SEMUANYA.
Rabu, 24 April 2013
Langganan:
Postingan (Atom)